Selasa, 18 November 2014

Mt. Prau 2565 mdpl, Dieng Plateau, Wonosobo-Central Java, Oct 18-19th, 2014

Hi ! Lagi. Salam dari ketinggian 2565 mdpl, puncak Gn.Prau, Dieng Plateau, Wonosobo - Jawa Tengah !
Puncak Gn.Prau 2565 mdpl berselimut kabut !

Pendakian ini diawali dari ajakan Deby (lagi). Waktu itu kami sedang jaga stand pendaftaran seminar nasional pendidikan sains. Tanpa pikir panjang lagi aku iyakan ajakannya meskipun akhir pekannya aku mengikuti dialog anti plagiat di kampus sampai sore. Never mind. Kami berangkat ba'da maghrib dari kosku dan menuju kos Bara. Disana teman-teman yang lain sudah berkumpul. Jadi, tim pendakian kali ini terdiri dari Deby, aku, Ifanda, Endah, Mas Sulis, Bara, Yayag dan Fajar. Ba'da isya kami berangkat menuju kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah dari kabupaten Sleman, DIY. Perjalanan selama kurang lebih 5,5 jam. Ampun ! Di daerah temanggung kami berhenti sejenak untuk mengisi perut di angkringan, kemudian mengisi bensin di POM dan apotek beli oksigen. Aku. Iya. Buat jaga-jaga siapa tau aku nyesek karena alergi dinginku kambuh. Fiuh gak keren banget ya.Ckck. Perjalanan malam yang sebenarnya dimulai. Jalanan padat merayap, maklum, malam minggu. Entah mengapa, hampir tiap malam minggu jalanan padat, padahal kan nggak ada bedanya malam minggu malam jumat atau malam apalah. Sepanjang perjalanan kami bertemu dengan teman-teman pendaki lain. Ada yang ke Gn.Andong, Gn. Merapi dan lain-lain. Sedangkan kami? Tujuan kami ke Gn.Prau, Dataran tinggi Dieng yang jaraknya lumayan bikin bahu pegal karena menyandang carrier sepanjang jalan, badan yang cukup kedinginan meskipun sudah memakai jaket windbreaker dan sepatu lapangan. Tapi, itu yang aku cari. Dinginnya udara pegunungan. Itu yang ku rindukan. Dan itu yang membuatku ingin kembali lagi dan lagi.
Sekitar jam stengah 12 malam kami sampai basecamp keberangkatan. Kami pun segera parkir motor, packing ulang, mengurus administrasi-registrasi dan istirahat sejenak sebelum mulai trekking. Jam stengah 1 dini hari kami mulai mendaki. Awalnya aku menyiapkan diri menghadapi suhu ekstrim dengan kostum baju lengan panjang, jaket, sepatu-kaos kaki, sarung tangan dan buff. Jalur trek pertama masih melewati rumah warga yang terus meniti ke atas, melewati jalur bebatuan yang cukup 'nyentil' bagiku. Yap. Karena aku tidak suka dengan jalur trek berbatu, kakiku belum terbiasa. Setelah jalur trek berbatu, kejutan. TANGGA ! Ampun ! Aku langsung melepas kostum SOP ku, menantang suhu ektrim Dieng. Sok-sok'an, padahal sadar kalau punya masalah dengan suhu dingin tapi yang namanya aku ya begitu, menantang diri sendiri meskipun aku tau itu bahaya. ckck. Perjalanan trek yang cukup melelahkan dengan suhu ekstrim. Tapi aku menikmatinya karena jalurnya nggak separah Sindoro. Wkwk. Wajar, karena ketinggiannya hanya 2565 mdpl. Sepanjang perjalanan kami bertemu dengan pendaki lain yang ternyata jumlahnya buanyaak. Dan aku sempat kaget karena ada anak kecil, kira-kira 5 tahun ikut mendaki, jalan sendiri. Keren! 
Setelah berjalan selama kurang lebih 3,5 jam sampailah kami di camp area. Astagfirullah. Kaget-sekagetnya. Camp areanya FULL ! Syukur Alhamdulillah kami masih dapat tempat buat mendirikan tenda. Ditengah suhu yang sangat ekstrim entah berapa kami mendirikan tenda. Sementara badanku, aku menyerah, aku memasang kembali jaketku dan kedinginan ! WOW. Ternyata badanku memang tidak mampu,tapi aku akan terus melatihnya agar kebal dengan suhu ekstrim. Akan ku latih bronkiolus paru-paruku agar tidak menyempit saat suhu ekstrim, bertahanlah bronkiolusku. *hugs*
Yeayyy, tenda sudah berdiri dengan kokoh, pasak sana pasak sini. Barang-barang sudah dimasukkan. Waktunya mengatur posisi untuk tidur, persiapan menyambut sunrise. 
But unfortunately, aku menggigil hebat. Padahal aku sudah memakai jaket, kaos kaki, SB, tapi tetap saja. Ternyata Deby juga. Jadi kami berdua sama-sama menggigil dan tidak tidur nyenyak. Oh nooo ! :(
Camp are




Rasanya belum lama aku memejamkan mata, tiba-tiba teman-teman ribut, ternyata Ifanda mengigau. Arghhh. Akhirnya aku bangun dan memutuskan untuk keluar dari tenda, menyambut sunrise. Begitu keluar dari tenda, OMG, brrrrr dingin bangett ! :o
tapi namanya aku, ya tetap saja. Subhannallah. Viewnya keren, berasa ada dalam sebuah film. Check this out !





Halimun (kabut di gunung)



Tendanya warna-warni, kabut tebal dan super dingin ! Semacam nostalgia. Ahh aku rindu hutan Kalimantan :( 
Background tenda dan orang berbaris rapi menyambut sunrise










Menembus dinginnya suhu ekstrim dan teman-teman yang lain masih meringkuk dan terlelap dalam SB masing-masing, aku dan Deby nekat berjalan menuju top area menyambut sunrise. Tapi apalah daya, halimun lebih berkuasa saat itu. Sehingga yang terlihat hanyalah kabut dan suhu udara yang menusuk tulang. Brrrrr
with Deby *hugs sista*








Setelah beberapa lama, akhirnya keluarlah Endah, Ifanda dan Bara dari tenda menyusul kami berdua. Daan..sesi selfie pun dimulai :D






Endah-Deby-aku-Ifanda


Deby-aku-Bara-Ifanda-Endah

Setelah puas berfoto dan menantang suhu ekstrim di luar tenda, kami semua kembali meringkuk kedinginan di balik SB dan bangun lagi untuk berfoto lagi. Apaaa coba. Ckck
Lihat ! Telaga warna !


backgroundnya orang-orang pada packing tenda, sementara kami, selfie terus. haha
di antara bukit dan hutan pinus
Bunga Daissy ! Cantiiikkkk :* Bunga ini yang memotivasiku ke sini :)


Daissy flower. Ada yang putih, pink, ungu
with Mas Sulis dan Deby, ciye ciyeee, wkwk
Hi Mom, Dad, my Lil brother, I was here ! (berangkat nggak pamit, ckck)
Lihat ! kaki-kaki tangguh kami, hohooo with captain, Bara, and Yayak
bareng mereka-mereka yang keren :D
moment paling gaje, banana boat'an di gunung, ckck
Well.. selfie's never die, whereever, haha
hutan pinussss :)

Dan...kiranya cukup sampai disini cerita tentang Gunung Prau 2565 mdpl. Dataran tinggi Dieng yang membuatku ingin kembali lagi kesana, tentu saja ke puncak tertinggi lainnya :)
See ya on the next trip, next adventure !