Yeaaa, nulis lagi, setelah sekian lama 😄
Awalnya sih nggak niat-niat banget nulis hal nggak penting ini, cuman karena kemarin dalam perjalanan mudik ada nostalgia tipis-tipis..lalu terlintaslah buat nulis cerita yang sama sekali nggak penting ini 😅
Jadi begini, weekend kemarin aku dan suami mudik dengan mengendarai motor (kendaraan roda 2). Durasi perjalanan sekitar 3,5-4 jam. Hasilnya, begitu sampai rumah sih nggak langsung tepar karena kan kangen-kangenan sama Bapak Ibu..ngobrol-ngobrol gitu deh. Naaah..besoknya..aku tidur dari jam 12an sampai jam setengah 3an. Ya Allah badan rasanya remuk 😖 Daan..kemarin kami balik lagi ke rumah di ibu kota provinsi, naik motor lagi, durasinya lebih lama karena iring-iringan sama adek yang kebetulan sekolah di kabupaten dan mampir di kosan adek buat istirahat. Begitu sampai rumah, nggak pikir panjang lagi langsung ngrebus air buat bikin minuman hangat sama ngrendam kaki pakai air garam. Fiuuuhhh..segar.
Mikirnya, kok bisaaa, cuma perjalanan 4 jam badan udah berasa remuk, padahal begitu nyampe tujuan juga langsung istirahat. Padahal dulu, zaman kuliah zaman rajin hiking (baca: mendaki gunung) kuat-kuat aja. Biasanya pendakian dimulai setelah segudang aktivitas sebelum keberangkatan. Mulai dari kuliah, belanja logistik, packing, dll. Keberangkatan pendakian dari meeting point sih tergantung tujuan gunung yang mau didaki. Seringnya berangkat malam dengan perjalanan yang nggak sebentar, motoran dengan bahu menanggung carrier. Sesampainya di basecamp pendakian registrasi, packing ulang bila perlu, minum teh, makan cemilan, ke toilet dan lain-lain yang dilakukan serba cepat karena harus segera berangkat mendaki. Besoknya, setelah turun dari gunung, cuma istirahat sebentar dengan aktivitas yang hampir mirip dengan aktivitas sebelum mulai mendaki, setelah selesai langsung cuss pulang ke rumah masing-masing, motoran lagi. Sesampainya di kosan, kehidupan kembali ke kenyataan. Beres-beres peralatan pendakian, bersih-bersih badan, tidur. Besoknya, kembali kuliah dengan seabrek tugas. Daan, aku baik-baik saja. Capek-capek biasa lah ya karena masih kuat berangkat ngampus, merpus, nugas dan lain-lain seperti biasa. Beda banget dengan keadaan sekarang, baru motoran 4 jam, santai, nyampe tujuan langsung istirahat aja udah tepar. Yeah, fisik mulai melemah karena lama tak diasah. Diasah mendaki gunung maksudnya. Heheeee. Yaa memang sih, aku nggak suka olahraga. Kalau ditanya sukanya olahraga apa, jawabanku hanya 1, mendaki gunung 😆
Baiklah, cukup sekian cerita nggak pentingnya 😁