Selasa, 18 November 2014

Mt. Prau 2565 mdpl, Dieng Plateau, Wonosobo-Central Java, Oct 18-19th, 2014

Hi ! Lagi. Salam dari ketinggian 2565 mdpl, puncak Gn.Prau, Dieng Plateau, Wonosobo - Jawa Tengah !
Puncak Gn.Prau 2565 mdpl berselimut kabut !

Pendakian ini diawali dari ajakan Deby (lagi). Waktu itu kami sedang jaga stand pendaftaran seminar nasional pendidikan sains. Tanpa pikir panjang lagi aku iyakan ajakannya meskipun akhir pekannya aku mengikuti dialog anti plagiat di kampus sampai sore. Never mind. Kami berangkat ba'da maghrib dari kosku dan menuju kos Bara. Disana teman-teman yang lain sudah berkumpul. Jadi, tim pendakian kali ini terdiri dari Deby, aku, Ifanda, Endah, Mas Sulis, Bara, Yayag dan Fajar. Ba'da isya kami berangkat menuju kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah dari kabupaten Sleman, DIY. Perjalanan selama kurang lebih 5,5 jam. Ampun ! Di daerah temanggung kami berhenti sejenak untuk mengisi perut di angkringan, kemudian mengisi bensin di POM dan apotek beli oksigen. Aku. Iya. Buat jaga-jaga siapa tau aku nyesek karena alergi dinginku kambuh. Fiuh gak keren banget ya.Ckck. Perjalanan malam yang sebenarnya dimulai. Jalanan padat merayap, maklum, malam minggu. Entah mengapa, hampir tiap malam minggu jalanan padat, padahal kan nggak ada bedanya malam minggu malam jumat atau malam apalah. Sepanjang perjalanan kami bertemu dengan teman-teman pendaki lain. Ada yang ke Gn.Andong, Gn. Merapi dan lain-lain. Sedangkan kami? Tujuan kami ke Gn.Prau, Dataran tinggi Dieng yang jaraknya lumayan bikin bahu pegal karena menyandang carrier sepanjang jalan, badan yang cukup kedinginan meskipun sudah memakai jaket windbreaker dan sepatu lapangan. Tapi, itu yang aku cari. Dinginnya udara pegunungan. Itu yang ku rindukan. Dan itu yang membuatku ingin kembali lagi dan lagi.
Sekitar jam stengah 12 malam kami sampai basecamp keberangkatan. Kami pun segera parkir motor, packing ulang, mengurus administrasi-registrasi dan istirahat sejenak sebelum mulai trekking. Jam stengah 1 dini hari kami mulai mendaki. Awalnya aku menyiapkan diri menghadapi suhu ekstrim dengan kostum baju lengan panjang, jaket, sepatu-kaos kaki, sarung tangan dan buff. Jalur trek pertama masih melewati rumah warga yang terus meniti ke atas, melewati jalur bebatuan yang cukup 'nyentil' bagiku. Yap. Karena aku tidak suka dengan jalur trek berbatu, kakiku belum terbiasa. Setelah jalur trek berbatu, kejutan. TANGGA ! Ampun ! Aku langsung melepas kostum SOP ku, menantang suhu ektrim Dieng. Sok-sok'an, padahal sadar kalau punya masalah dengan suhu dingin tapi yang namanya aku ya begitu, menantang diri sendiri meskipun aku tau itu bahaya. ckck. Perjalanan trek yang cukup melelahkan dengan suhu ekstrim. Tapi aku menikmatinya karena jalurnya nggak separah Sindoro. Wkwk. Wajar, karena ketinggiannya hanya 2565 mdpl. Sepanjang perjalanan kami bertemu dengan pendaki lain yang ternyata jumlahnya buanyaak. Dan aku sempat kaget karena ada anak kecil, kira-kira 5 tahun ikut mendaki, jalan sendiri. Keren! 
Setelah berjalan selama kurang lebih 3,5 jam sampailah kami di camp area. Astagfirullah. Kaget-sekagetnya. Camp areanya FULL ! Syukur Alhamdulillah kami masih dapat tempat buat mendirikan tenda. Ditengah suhu yang sangat ekstrim entah berapa kami mendirikan tenda. Sementara badanku, aku menyerah, aku memasang kembali jaketku dan kedinginan ! WOW. Ternyata badanku memang tidak mampu,tapi aku akan terus melatihnya agar kebal dengan suhu ekstrim. Akan ku latih bronkiolus paru-paruku agar tidak menyempit saat suhu ekstrim, bertahanlah bronkiolusku. *hugs*
Yeayyy, tenda sudah berdiri dengan kokoh, pasak sana pasak sini. Barang-barang sudah dimasukkan. Waktunya mengatur posisi untuk tidur, persiapan menyambut sunrise. 
But unfortunately, aku menggigil hebat. Padahal aku sudah memakai jaket, kaos kaki, SB, tapi tetap saja. Ternyata Deby juga. Jadi kami berdua sama-sama menggigil dan tidak tidur nyenyak. Oh nooo ! :(
Camp are




Rasanya belum lama aku memejamkan mata, tiba-tiba teman-teman ribut, ternyata Ifanda mengigau. Arghhh. Akhirnya aku bangun dan memutuskan untuk keluar dari tenda, menyambut sunrise. Begitu keluar dari tenda, OMG, brrrrr dingin bangett ! :o
tapi namanya aku, ya tetap saja. Subhannallah. Viewnya keren, berasa ada dalam sebuah film. Check this out !





Halimun (kabut di gunung)



Tendanya warna-warni, kabut tebal dan super dingin ! Semacam nostalgia. Ahh aku rindu hutan Kalimantan :( 
Background tenda dan orang berbaris rapi menyambut sunrise










Menembus dinginnya suhu ekstrim dan teman-teman yang lain masih meringkuk dan terlelap dalam SB masing-masing, aku dan Deby nekat berjalan menuju top area menyambut sunrise. Tapi apalah daya, halimun lebih berkuasa saat itu. Sehingga yang terlihat hanyalah kabut dan suhu udara yang menusuk tulang. Brrrrr
with Deby *hugs sista*








Setelah beberapa lama, akhirnya keluarlah Endah, Ifanda dan Bara dari tenda menyusul kami berdua. Daan..sesi selfie pun dimulai :D






Endah-Deby-aku-Ifanda


Deby-aku-Bara-Ifanda-Endah

Setelah puas berfoto dan menantang suhu ekstrim di luar tenda, kami semua kembali meringkuk kedinginan di balik SB dan bangun lagi untuk berfoto lagi. Apaaa coba. Ckck
Lihat ! Telaga warna !


backgroundnya orang-orang pada packing tenda, sementara kami, selfie terus. haha
di antara bukit dan hutan pinus
Bunga Daissy ! Cantiiikkkk :* Bunga ini yang memotivasiku ke sini :)


Daissy flower. Ada yang putih, pink, ungu
with Mas Sulis dan Deby, ciye ciyeee, wkwk
Hi Mom, Dad, my Lil brother, I was here ! (berangkat nggak pamit, ckck)
Lihat ! kaki-kaki tangguh kami, hohooo with captain, Bara, and Yayak
bareng mereka-mereka yang keren :D
moment paling gaje, banana boat'an di gunung, ckck
Well.. selfie's never die, whereever, haha
hutan pinussss :)

Dan...kiranya cukup sampai disini cerita tentang Gunung Prau 2565 mdpl. Dataran tinggi Dieng yang membuatku ingin kembali lagi kesana, tentu saja ke puncak tertinggi lainnya :)
See ya on the next trip, next adventure !

Jumat, 24 Oktober 2014

21-22 y.o.


1. Diawali dengan hari ulang tahunku di rumah, seperti biasa, ibu bikin kue trus kita ngumpul, berdoa bersama, ucapan selamat dari bapak, ibu dan adik bagiku sudah sangat luar biasa. Yah..meskipun begitu, Alhamdulillah masih ada teman-temanku yang ngucapin selamat ulang tahun baik di sms, facebook, twitter dan sos-med lainnya.


2. Ulang tahun berlalu, aku kembali disibukkan dengan segala urusan organisasi. Kali ini aku sangat dipusingkan dengan LPJ IMPAS-B dan KSR PMI Unit Unlam SubUnit Banjarmasin karena aku sempat keteteran…ngurus skripsi dan lain-lain. But Alhamdulillah,  happy ending. Karena bagiku ngga ada yang ngga bisa aku selesaikan, selama aku masih punya rasa tanggung jawab maka semuanya akan baik-baik saja. 
3. Semester ini juga, untuk kedua kalinya aku memperjuangkan ambisiku untuk pergi ke pulau impian, Lombok, yeah. Kali ini dengan Rezha. Teman kuliah, teman di KSR PMI Unit Unlam Sub Unit Banjarmasin, ya apalah itu yang jelas kami sama-sama berjiwa petualang dan penasaran untuk mencoba petualangan GILA :D Waktu itu ada undangan kegiatan dari KSR Universtas Mataram, tanpa pikir panjang, aku dan rezha mengajukan diri kepada komandan untuk berangkat mewakili organisasi kesana. Semangat banget usaha mencari dana, kami ngajukan proposal kemana-mana.. uang sudah terkumpul meskipun belum cukup, konsep sudah kami atur, termasuk mempelajari jalur trek ke gunung Rinjani, gili trawangan dan lain-lain tapi sayangnya, tiba-tiba saja, pengumuman sidang ujian skripsi keluar. Oohhh noooo!!! Gagal lagi L yasudahlah..mungkin belum rezeki kami.. 
4.Tanggal 24 Agustus sampai 1 September aku ikut kerja survey RPJM BKKBN di Kotabaru-Tanah Bumbu, kenapa di Kotabaru? Karena aku pikir, di sana sangat cocok untuk orang yang berjiwa petualang seperti aku. Hahaa dan benar saja, 1 minggu disana, aku dan teman-teman 1 tim yang kebetulan anggota KSR (Ka Baini, Rachma Dina Safitri, Muhammad Rezha Fahlevi) dan Salman UNISKA, benar-benar…………… :D Rasanya ngga bisa diungkapkan dengan kata-kata, terlalu banyak cerita. Dimulai dari keberangkatan malam dari Banjarmasin naik bus mini dengan posisi aku terjepit Dina dan Rezha yang badannnya lebih besar dari aku, ka Abai yang mabuk karena bus yang membawa kami kurang layak. Sampai disana, kira-kira jam 6 pagi, kami tiba di rumah dinas capil (catatan sipil) yang kondisinya sebenarnya…tidak layak untuk ditinggali karena kotor, pengap dan..sedikit horor. Tapi yasudahlah..daripada ngga ada, lagipula bisa menghemat biaya, toh niat kami disana bukan untuk liburan, tapi kerja sambil liburan :D Nahhh hari pertama di Kotabaru, pagi-pagi…belum terhitung hari kerja, aku..dina dan rezha iseng-iseng jalan-jalan. Kotabaru kan terkenal siringnya tuuhhh…naahhh kami mau kesana, karena kami sama-sama ngga tau jalan, jadi kami ngandalin GPS di gadget, dan kali ini Rezha jadi leadernya. Jalan…jalan…kok lama-lama jauh..sampai kata dina kakiku gempor dan baliknya mau naik angkot aja, haha. Tapi dengan jalan kaki, kita bisa menikmati kotabaru seutuhnya akhirnya sampai…di siring.. kami kelaparan ! akhirnya, kami menyerbu paman pentol dan paman lainnya yang menjual makanan dari bahan dasar ikan. Konyol banget rasanya tapi sangat mengesankan. Hari itu siring kotabaru, baru ada acara, waktu itu lagi booming joget caesar, itu loh joget yang bisa bikin badan encok :D Well…santai kayak di pantai *tapi emang di pantai sih :D, udah puas foto-foto, kami balik ke basecamp..awalnya jalan kaki..lama-lama naik angkot, capek ! haha. Itu hari pertama, hari kedua, petualangan dimulai. Yuhuuuuu ! Breafing dan bagi tugas, aku dan rezha 1 tim, kami dapat tugas buat survey di daerah Langkang Baru. Dimana yaaa??? Namanya aja baru dengar. Okelah, kami berangkat kesana dengan motor dinas dan ditemani salah satu aparat kecamatan. Wuihhhh sepanjang jalan kami dimanjakan dengan pemandangan yang wooooww…Subhanallah ! pantai yang indaaaaah banget…trus jalannya naik turun gunung meliuk-liuk, jalan aspal dan banyak yang rusak, wow wow wow. Kalo dina yang kesini, sudah dipastikan dia bakal menyumpah, tapi kalo aku dan rezha, we’re so excited :D cocok dah. Haha. Ternyata Langkang Baru itu jauuuuhhh banget, hampir ke arah sebuku. Ih wow, kalo aja tau, kami bakal nekat sampai sana, sayang kami lagi kerja. Uuuuu  well…baliknya, kami ngga menyia-nyiakan view di depan mata, kami cari spot paling bagus buat yahhh..take some picture lah :D Puas foto-foto, kami jalan lagi..loh lohhh kayaknya kami kenal dengan tempat ini. Iyalah, ternyata benar, Desa Sarang Tiung, tempat kami PKL Ekologi tahun 2012, dan jadi asisten praktikum tahun 2013. Akhirnya kami mampir ke rumah tuan rumah yang pernah menampung kami selama PKL. Mmmm bapaknya ngga ada, ternyata lagi di tambak. Yaudahh…kami datangi kesana..akhirnya ketemu dehh..terus kami dijamu makan langsung dari alam..ikannya..sayurnya..sambalnya.. hmmmm rasanya nikmat banget, Alhamdulillah. Karena hari sudah sore, kami pulang ke basecamp membawa sejuta cerita dan foto tentunya ;D Seminggu disini, menurutku, perjalanan ini yang paling mengesankan. Alhamdulillah :)
5. Sepulang dari kotabaru-tanah bumbu, kami disambut dengan kegiatan di KSR, LATPAN dan pelantikan anggota penuh yang baru, sangat sibuk sangat melelahkan. Tapi aku sangat menikmatinya. Ngga lama kemudian, aku kembali disibukkan dengan Lat-Das mapala selama 5 hari di hutan sana, hehe dasar bolang :D 
6. Beratnya semester ini cukup bikin aku lumayan..huahhhh… 
Tapii…semester ini juga aku lulus dengan predikat LULUSAN TERBAIK DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI dengan IPK 3,60. Alhamdulillah.. bisa membanggakan bapak dan ibu..dan jadi motivasi sepupuku. Rasanya gimanaaa gitu waktu ibu cerita kalau beliau nangis bahagia.. terus aku lihat raut muka bapak bahagia banget. Paman..dan adeku juga. Alhamdulillah.. rasanya mau netes airmataku kalau nginget momen itu. Alhamdulillah aku bisa membuat mereka bangga, meskipun baru dengan cara ini. Waktu itu aku dipanggil ke depan dengan teman-teman lulusan terbaik dari prodi lainnya. Luar biasa. Hari paling bahagia rasanya waktu wisuda juga..raut muka bapak..ibu sangat bahagia apalagi mbah kakung dan bulek juga datang. Alhamdulillah J tepatnya..tanggal 11 September 2013.. 1 bulan 10 hari setelah hari ulang tahunku..aku yudisium.. dan tanggal 23 Oktober 2013 aku wisuda. Alhamdulillah ..ini adalah kado terindah di ulang tahunku yang ke 21 tahun.
Okeee,, 21 tahun..kelulusan S1 adalah kado terbaik yang aku persembahkan untuk bapak ibu dan adik.
7. Perjuangan di dunia nyata dimulai. Gelar Sarjana S1 sudah ditangan. Tanggung jawabku semakin besar. Dan aku sangat-sangat dipusingkan bagaimana hidupku setelah ini. Aku nggak mau jadi pengangguran..aku juga nggak mau jadi karyawan. Huffftthhh. Akhirnya..aku ngajakin sahabatku, Fajar Dedi Lukito buat bisnis..usaha lampu hias. Aku juga bikin bros buat dijual. Alhamdulillah ..sampai detik ini mulai ada titik terangnya.
8. Tanggal 15 November 2013 aku dinobatkan sebagai duta Bekantan di gedung gubernuran  dan tanggal 29 November 2013 aku diresmikan sebagai duta Bekantan oleh DPR-RI Bidang Pertambangan dan Energi dengan orang-orang penting lainnya di hotel A, Banjarmasin. Rasanya, entah kenapa bukannya senang dengan predikat itu tapi kadang malah merasa terbebani. Mungkin karena aku tau..tanggung jawab memegang gelar itu sangat besar. Dan aku belum tau aku mampu atau tidak. Tapi sampai detik ini aku berusaha. Meskipun ada beberapa orang yang kecewa dengan kinerjaku. Yahh ini karena pikiranku terbagi-bagi.. tugasku sebagai duta Bekantan.. merintis usaha BLUE FINCH COLLECTIONS..persiapan menuju S2 tahun ini..
9. Desember, aku menjadi salah satu official PORPROV Martapura, khususnya untuk tim panjat tebing putri FPTI Banjarmasin. Rasanya campur aduk, kesel seneng jadi satu, tapi aku berusaha untuk selalu menikmati setiap detik yang aku lewati. Meskipun rasanya sedikit berat, masuk dalam atmosfer yang istilahnya “bukan aku banget”, but all is well. Desember ini juga aku sibuk njilid skripsi revisi, ngurus tanda tangan dosen de el el and finally, I got my “IJAZAH S1” Alhamdulillah.
10. Lepas dari S-1, normalnya, jadi pengangguran, tapi, pengangguran yang kreatif. Ya, karena aku tipe orang yang nggak bisa diam, jadi selalu aadaaa aja yang aku kerjakan. Mulai dari bikin kerajinan tangan, sibuk organisasi, belajar buat persiapan tes masuk S2.. Aku juga ngelamar kerja kesana kemari ngirim lamaran, dan akhirnya aku diterima sebagai tentor biologi dan IPA di salah satu lembaga bimbingan belajar di Banjarmasin, Go Smart. Lumayan lama, terhitung kerja  mulai januari-mei. Jam ngajarku pun lumayan banyak. Jadi ya aku cukup disibukkan dengan kerjaan ini.. 
11. Januari 2014, dimulai dari kesibukanku sejak dinobatkan sebagai duta bekantan, aku sibuk mengurus semua hal tentang upaya konservasi hewan maskot Kalimantan Selatan yang sangat lucu itu, ya, Bekantan. Januari ini juga aku mulai disibukkan dengan jam mengajar di bimbel. Wiiihh sok sibuk ya? Tapi emang iya sih :D Terlepas dari semua kesibukan itu, aku tetap meluangkan waktu untuk mempersiapkan tes masuk S2 di UNY. Kenapa UNY? Karena itu adalah salah satu impianku untuk bisa menuntut ilmu disana, ku pikir sejak kelas 2 SMP.
Setelah ku ingat-ingat lagi, ternyata pengembangan pola pikirku sangat jauh dibanding usiaku sebenarnya. Waktu SMP aja aku udah mikir mau kuliah dimana, tapi pola pikir seperti ini sangat membantuku dalam menyusun perencanaan kehidupanku, ceile, haha 
12. Februari, mulai sibuk ngurus administrasi pendaftaran yang memang wow ribet banget. Tapi aku menikmatinya. Yeeee. Februari-maret aku berusaha fokus dengan persiapan tes. Entah berapa buku yang aku lahap buat latihan soal. Dari beli sendiri, searching di internet, nanya teman yang pernah tes semacam itu bahkan sampai pinjem buku teman. Niat banget, iyalah. Aku akan melakukan usaha yang maksimal, dengan segala macam cara selama aku mampu untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Karena aku percaya, Tuhan itu maha adil. Dan aku juga percaya, kalau kita bersungguh-sungguh, ngga ada yang ngga mungkin :) 
13. April, 1 hari setelah pileg, aku berangkat ke Yogya diantar bapak. Iya, beliau rela izin selama 1 minggu Cuma buat ngantar aku menjemput mimpi. Rasanya gimana ya, luar biasa, bahkan ngingetnya aja bikin aku mau netesin air mata. Ngga tanggung-tanggung, dukungan materi sudah ngga terhitung, ditambah dukungan spiritual bikin aku semakin semangat dan pantang gagal dalam mengejar mimpiku yang satu ini. Saat itu tekadku Cuma 1, aku pengen lulus, bisa kuliah di UNY dan bikin bapak ibu adik bangga. Yang paling aku inget, sehari sebelum tes, aku ke kampus, waktu masuk kampus rasanya Subhannallah..semoga nanti ini benar-benar menjadi kampusku. Dan ngga tau kenapa ada sebuah keyakinan kalau keinginanku ini akan terwujud. Waktu itu aku diantar bapak, om dan sepupu ke kampus..selesai ngambil kartu ujian dan ng’cek ruang ujian, aku bilang sama bapak.. “bapak..bisa ngga ya ambar kuliah disini..bapak gimana..menurut bapak ambar diterima ngga?” dan bapak langsung bilang” udaaah ngga usah khawatir, pasti diterima kok, bapak yakin banget, lihat aja nanti”. Subhannallah, aku ngga tau ya apa yang terjadi Cuma waktu aku ngerasa aku kuat, benar-benar kuat dan semangatku meningkat entah berapa ratus kali lipat, rasanya ngga ada yang boleh menggagalkan aku, aku harus berhasil dan aku harus dapat apa yang aku inginkan. Semangat dan dukungan dari bapak benar-benar suntikan spiritual yang ngga akan pernah bisa tergantikan oleh siapapun. Ambar sayang bapak, ambar janji ambar ngga akan ngecewain bapak, sedikitpun, dan ambar janji ambar akan selalu berusaha buat bapak ibu dan adik bangga. Ambar janji..
Hari ujian tiba, 13 April 2014 Gedung Baru Pascasarjana UNY ruang 1.12 no.kursi 423 no.registrasi  147200739.  Pagi itu, aku diantar sepupuku ke kampus. Sepanjang perjalanan aku berdoa, semoga Tuhan meridhoi setiap usaha dan jalan yang ku tempuh, ngga akan ada yang sia-sia. Ujiannya jam 08.00-11.55, ujian pertama TPA, Alhamdulillah karena aku sudah terbiasa dan banyak latihan, soal demi soal ku selesaikan dengan baik. Yang sedikit memusingkan soal bahasa inggris, jam kedua, 95 soal dengan soal narasi yang panjangnya hampir setengah halaman, rasanya di soal 90 ke atas perutku mual dan kepalaku pusing, benar-benar ni soal, bikin mabuk :D Selesai tes, aku ngumpul sama Ridha, anak KSR juga, mantan komandan, tapi dia ngambil Pendidikan Fisika, dan Nofiar ;) teman di Biologi juga, anak PIK-MA, dia ngambil Biologi murni di UGM. Pokoknya kami semua anak organisasi, dan kami tangguh. Waktu itu aku bilang sama mereka kalau kita akan sama-sama disini menimba ilmu dan akan kembali ke daerah asal dengan sosok yang berbeda, yang bermanfaat dan membawa kebaikan untuk semua orang. Aamiin. 
14. Mei, lamaaaa banget belum ada pengumuman, sampai pendaftaran gelombang 3 udah hampir tutup. Karena aku sangat-sangat ketakutan aku ngga di terima, aku daftar lagi gelombang 3, selain itu aku juga searching di internet informasi tentang S2 di Universitas Malang dan Universitas lain. Alhamdulillah, tepatnya tanggal berapa yaa aku lupa. Hari-hari sebelumnya aku setiap bangun pagi dan mau tidur aku buka web UNY buat ng’cek pengumuman tapi ngga pernah ada sampai suatu hari aku benar-benar malas ng’cek dan kebetulan hari itu aku ke Rantau buat ngelihat anak Bekantan yang dipelihara warga. Besoknya, pagi-pagi, ada sms dari temanku yangaku nggak tau siapa nanyain gimana hasil tes gelombang 2, spontan aku langsung buka web, pas ku buka, rasanya panas dingin, kok namaku ngga ada..manaaa siiihh…ehhh ternyata di halaman 15 kalau ngga salah, rasanya Subhannallah, bahagia banget, langsung nangis dan nelpon bapak buat ngabarin hasil tes itu. Alhamdulillah bapak seneng banget J Beberapa hari kemudian, aku pulang, sampai di rumah aku disambut pelukan dan ucapan selamat dari bapak dan ibu. Rasanya.. aku ingin waktu berhenti dan selamanya begitu, karena aku sudah sangat bahagia, ingin seperti ini saja. Tapi manaaa bisa…life must go on ;D 
15. Juni aku berangkat ke Yogya untuk mengurus segala keperluan untuk kuliah. Mulai dari beli motor, nyari kos, ngisi barang kos, ngafalin jalan de el el. Bulan ini ada surprise yang ngga pernah aku duga, mimpi aja ngga pernah. Aku diajakin om Bejo ke Lampung, free along the trip J siapa yang ngga mau dan siapa yang bisa nolak diajak liburan ke Lampung, ke tempat bulek Sug, adik bapak J akhirnya aku hampir 2 minggu disana.. disana aku jalan-jalan ke Taman Nasional Way Kambas, naik gajah, haha. Pokoknya nyenengin deh. Dan ngga tau kenapa disana rasanya kayak di rumah dan sepertinya suatu saat aku bakal kembali kesana, entah kapan. 2 minggu di Lampung aku balik ke Yogya naik pesawat, transit di bandara Soe-Ta, Cengkareng-Jakarta, karena om ngga tega lihat aku tepat naik bus 25 jam dari Yogya-Lampung :D Seminggu di Yogya sebelum balik ke Kal-Sel aku disibukkan dengan kunjungan ke rumah keluarga, dan aku kena tilang. Huhu. Tapi ya udahlah.. mungkin itu bagian dari cerita hidup yang harus aku jalani. 
16. Juli. Yeay. Di rumah :) Senaaang banget. Karena kepulanganku ke Kal-Sel sekitar 1 minggu sebelum lebaran, jadi ya sibuk beres-beres rumah. Ngeksekusi rumput-rumput tak berdosa yang ada di halaman rumah dan dalam pot bunga koleksi ibu, menyingkirkan debu-debu tak berdosa di kaca jendela, nyuci gorden, nata ruangan, mberesin gudang, nyuci toples, belanja, masak-masak, nyiapin buka puasa, nyiapin acara selamatan, ngantar makanan ke rumah-rumah sesepuh, tokoh masyarakat dan keluarga, bantuin noreh di kebun, nyuci baju serumah dan lain-lain. Capek. Tapi aku senaaaang banget ngerjainnya. Rasanya itu, semua kerjaan di rumah mau aku handle sendiri, aku gak peduli lagi dengan diriku sendiri. Oya, aku juga beli cat dan ng'cat kamarku sendiri, dengan 2 warna berbeda, ungu dan hijau tosca :D
Lebaran. Alhamdulillah. Seperti biasa, shalat Ied di mesjid belakang rumah, sama ibu..bapak dan adek. Selesai shalat Ied kami berkumpul di ruang tengah, bermaaf-maafan, dan seperti biasa, aku dan adek nangis waktu sungkem sama ibu dan bapak. Sediiih banget rasanya..nginget rasanya banyak banget dosa sama beliau, takut pernah mengecewakan dan melukai :( Setelah sungkem, kami pun sarapan, sebelum rumah penuh dengan tamu yang gak berhenti datang. Maklum, bapak dan ibu termasuk salah satu tokoh masyarakat, belum lagi teman-temanku dan adek. Eh bentar, teman-temanku? emang punya? Oya, teman-temanku udah abis, udah pada berkeluarga dan gak tau dimana. Aku aja sampai bingung mau jalan-jalan sama siapa. Nyesek banget tau nggak sih. Huhu. Akhirnya aku jalan bareng sepupu-sepupu ku ke rumah tetangga, keluarga, tomas, guru dan lain-lain. Sampai akhirnya aku kecapean dan aku pulang. Ternyata di rumah ya seperti biasa, banyak tamu. Akhirnya aku memutuskan untuk stay di rumah ngurus rumah, karena ibu nggak bakal sempat ngurus rumah karena harus standby di ruang tamu menemani tamu. Badan rasanya cuapekk maksimal, tapi bahagia banget :D Hari raya kedua, mulailah bingung mau kemana. Ckck. Hari raya ke-3, lupa, kemana. Hari raya ke-4 kalau nggak salah aku sama mas Erwin ke Pelaihari, rencananya sih bikin SIM. Tau nggak sih, udah jauh-jauh ke kabupaten, ternyata kantornya tutup. ZONK !! Argh! Akhirnya kami nangkring deh di Gn.Kayangan, istirahat sambil cerita-cerita buanyak, sharing gitu. Karena apa ya, senang aja kalau sharing sama orang yang lebih dewasa dari kita dan punya lebih banyak pengalaman. Oya, Mas Erwin itu kakak kelasku dari SD-SMA.
17. Agustus. Alhamdulillah. My month. My birthday. August 1st, 1992-August 1st, 2014. 22 years old =)
     Nggak ada yang special sih..malamnya ya seperti biasa chatting, ngemil, ngumpul bareng keluarga. Besok paginya, dapat ucapan selamat ulang tahun dari ibu..bapak..adek..ka Rizal..sahabat dan teman-teman yang sayang aku. Alhamdulillah mereka masih ingat dan mendoakan aku. Rasanya bahagia banget :) Malamnya, ka Rizal jauh-jauh datang dari Banjarmasin datang ke rumah  buat silaturahmi sama keluargaku. Hmmm rasanya campur aduk. Untuk pertama kalinya, aku ngizinkan seseorang buat mengenal keluargaku, dan itu baru ka Rizal. Aku juga nggak tau kenapa harus dia. Mungkin karena ada satu keyakinan tentang ujung cerita yang ku jalani dengannya. Meskipun kami tidak terikat dengan 'status', kami berkomitmen untuk membawa cerita ini ke arah yang serius. Dan inilah hadiah terbaiknya. Pengorbanannya itu yang bikin aku..spechless. Makasih ya kak.. :)
     Sabtu, 2 Agustus aku berangkat kembali ke Jogja. Malaaaasss banget rasanya. Hiks. Tapi apalah daya, matrikulasi dimulai pada tanggal 4.  Karena aku lewat Surabaya, makanya aku berangkat tanggal 2. Waktu itu bapak nyuruh aku buat nukerin tiket ke Surabaya dan beli tiket langsung ke Jogja. Tapi setelah nanya-nanya ke Lion Air, aku mutuskan buat tetap lewat Surabaya. Modal nekat nih. Jadi aku berangkat dari Banjarmasin sekitar jam stengah 6 sore dan sampai Surabaya maghrib. Untuk pertama kalinya, ke Juanda, sendirian. Aku sih ngikutin orang sambil nanya-nanya. Nah setelah antri bagasi, aku langsung ke loket DAMRI, bayar Rp 20.000,- dan naik DAMRI menuju terminal induk. Di terminal induk aku nyari travel bus Rosalia Indah tujuan Jogja, bayar Rp 175.000,-. Lamaaaa banget perjalanannya. Sepanjang perjalanan aku di pantau 3 orang, Bapak, ka Rizal dan mas Erwin. Hihi. Mereka bertiga khawatir sementara aku, tidur sepanjang jalan. Gubrak :D. Sekitar jam 3 dini hari aku sampai di Jogja, aku turun di Janti fly over. Aku langsung naik taxi bayar Rp 50.000,- setelah nego dan langsung menuju kos. Sampai kos langsung ngabarin bapak, ka Rizal dan mas Erwin. Setelah itu, tidur kembali dengan lelap :D ZZZzzzzzz. Minggu, istirahat, setelah menempuh perjalanan panjang dan nekat untuk seorang anak perempuan yang buta jalan. O-o-o-o-o aku berani kok. Aku sudah buktikan. Mau kemana lagi? Ayok, siapa takut. wkwk
     Baiklah, ini sepenggal catatan perjalananku dari umur 21 tahun menuju 22 tahun. Umur yang ku isi dengan cerita-cerita 'gila', ada perjuangan, susah, senang, galau, bahagia, semuanya ada. Hehee. Harapannya, di umur 22 tahun nanti aku bisa menjadi lebih dewasa, lebih bisa menyikapi masalah. Iyalah kan udah S2, harusnya pemikirannya emang lebih matang dari sebelumnya. Semoga kuliahku lancar, jalan-jalan ke gunungnya juga lancar, bisa bawa pulang sesuatu yang bermanfaat, aku dan ka Rizal baik-baik aja sampai kami nanti benar bersama dalam ikatan suci. Ceile. Aamiin Ya Rabb.
S   =D
.
     

Mt.Sindoro 3153 mdpl - Central Java, Sept 13-14, 2014

Hi !
Salam dari ketinggian 3153 mdpl, puncak Gn.Sindoro, Jawa Tengah :)

I'm on the top ! :)

Aku tidak akan bercerita tentang jalur pendakian, aku juga tidak akan bercerita tentang apapun yang ada di sana, yang akan ku ceritakan adalah bagaimana perjalananku mencapai puncak, karena ini adalah salah satu unforgettable moment.
Bagaimana tidak? Ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki mungilku di puncak Jawa. Ketinggian 3153 mdpl. Bagiku, sebuah pencapaian luar biasa dari seorang aku yang notabene tidak punya fisik sekuat wonder woman. Tapi tekad dan keinginan yang kuat, juga doa, yang menuntun kakiku untuk terus melangkah hingga aku sampai di puncak sana. Puncak yang luasnya hingga 7 lapangan bola dengan kawah aktif di tengahnya.
Pendakian ini diawali dari ajakan seorang teman baik bernama Deby Kurnia Dewi. Aku mengenalnya saat kami kuliah matrikulasi. Selain Deby, aku juga mengenal Indi-Septiana Indri Hapsari yang juga gila petualangan. Haha. Dan hasilnya, kami cocok. Karena punya hobi dan kegilaan yang sama.
Mendadak. Iya. Kalau nggak salah Kamis Deby baru ngasih kabar dan ngajakin naik, sementara Sabtu kita berangkat. Bisa ngebayangin nggak sih gimana gelabakannya aku nyiapin semuanya? Ckck. Secara, ketinggian 3000an, aku googling nyari info tentang medan di sana gimana, suhu, trek, dan lain-lain. Iyalah, karena aku nggak mau ceroboh dan bodoh, karena pendaki yang nekat mendaki tanpa persiapan itu sama aja bunuh diri. Iya. Kenapa? Karena bagi orang yang punya basic Mapala, mendaki nggak semudah membalikkan telapak tangan. Jadi, bagiku, film 5cm telah berhasil meracuni orang-orang awam yang nggak tau apa-apa buat ikut-ikutan mendaki gunung karena ngikuti trend dan supaya dianggap keren. Haha. Miris ngelihatnya. Bukannya apa-apa, kalau aja mereka tau gimana aturan seorang pendaki, dari persiapan fisik-mental, logistik, packing, manajemen perjalanan dan lain-lain, mungkin mereka akan berpikir, setidaknya menyiapkan dengan maksimal, nggak asal mendaki. Kan nggak lucu kalau tiba-tiba mereka ditemukan dalam keadaan kelaparan dan kedinginan karena mereka nggak bawa peralatan pribadi sesuai SOP dan logistik yang cukup. Ckck.
Carrier, sepatu, jaket wind breaker, jaket water proof, kacamata, baju ganti, sleeping bag, rain coat, kamera, obat-obatan, logistik, sarung tangan.. SIAP.
Sekitar jam 1 siang aku dan Deby dijemput temannya, Bongo dan Melin pakai mobil, kemudian kami berkumpul di sebuah tempat semacam alun-alun untuk bertemu dengan teman-teman pendaki yang lain. Jumlah pendaki dalam tim ini 19 orang, 5 orang naik mobil (Bongo, Melin, Deby, Endah, aku) sementara yang lain naik sepeda motor. Perjalanan kami cukup jauh, dari Jogja ke Wonosobo sekitar 4 jam.
Sepanjang perjalanan aku mencoba menikmati dan mempelajarinya, tapi apalah daya aku akhirnya tertidur juga :D
Memasuki kabupaten Wonosobo, udara mulai terasa dingiiin..dan pemandangan alamnya luar biasa indah, Subhanallah. Terlihat Gn.Sumbing dan Sindoro yang berdiri dengan kokoh dan gagah. Dari kejauhan sekilas terlihat jalur pendakian Gn.Sumbing, hmm lumayan pikirku. Semoga aku bisa, dengan kondisi badan yang sama sekali nggak fit dan tanpa persiapan fisik apapun. 
Nggak terasa, beberapa jam kemudian kami memasuki kawasan kebun teh, jalannya wow..naik-naik dan meliuk-liuk. Hari mulai gelap dan suhu udara mulai menusuk ke tulang. Brrrrr. Dan akhirnya sampailah kami di basecamp keberangkatan. Setelah istirahat sejenak, ganti kostum dan merapikan packingan, kami berkumpul untuk perkenalan diri dan berdoa sebelum melangkahkan kaki menuju puncak. Sekitar jam 7 malam kami mulai trekking. Sepanjang perjalanan teman-teman bersenda gurau dan bercerita apapun. Sedangkan aku, aku hanya diam dan menikmati setiap jengkal langkah kakiku. Aku memperhatikan dalam gelap dan menikmati rasa dingin yang semakin lama semakin parah. Selama perjalanan ada sekitar 3 pos istirahat (shelter). Susah payah bagiku melawan udara dingin karena aku kepayahan mengatur nafas. Asma-alergi dingin. Tanpa pemanasan, tanpa persiapan matang. Ini pendakian ternekat yang pernah aku jalani. Tanpa izin dari orangtua. Dalam perjalanan itu sempat terlintas rasa penyesalan kenapa aku harus berada di tempat itu, gunung yang suhunya sangat tidak bersahabat dan jalur trek yang sangat jauh berbeda dengan jalur trek di Kalimantan Selatan. Padahal seumur-umur, berapa kali pendakian aku nggak pernah sedikitpun mengeluh dan menyesal, tapi pendakian ini, entahlah. Tapi aku berusaha menguatkan diriku sendiri, aku pasti bisa, bisa menaklukkan egoku, diriku, dan sampai ke puncak. Hampir 9 jam kami berjalan, akhirnya leader kami mengomando untuk istirahat. Fiuh akhirnya.. tapi tau nggak sih tempat istirahat kami seperti apa?? DUNIA MIRING ! Alamakk..nggak disini nggak di Kalimantan masa iya istirahatnya di dunia miring? wkwk tapi ini keadaan darurat. Okelah :D
Waktu itu, ada salah satu dari anggota tim yang terkena hipotermia. Dan aku diminta untuk menanganinya. Waktu aku datang, dia udah sangat-sangat menggigil, padahal dia udah pakai SB. Trus aku perhatiin, oohh pantesan, dia mendaki gunung dengan ketinggian 3153 mdpl pakai kostum jeans dan baju flanel. Ya ampun. Tepok jidat. Ini sih menantang bahaya subjektif namanya. Sementara bahaya objektifnya udah sangat jelas, suhu dan angin yang sangat kencang.
Fajar, dengan dunia miring :D
Gisa, korban hipotermia
Akhirnya, karena keadaannya sudah sangat menggigil, aku pakein 1 SB lagi, dibuka supaya bisa buat berdua, aku peluk dia supaya hangat. Karena dia masih menggigil, aku selimutin dia pakai jas hujan karena anginnya sangat kencang dan nggak ada pohon sebagai pemecah angin. Masih menggigil dan ngoceh macam-macam. Aduh. Trus aku kasih dia roti aku suruh makan supaya ada proses metabolisme dalam tubuhnya, supaya hangat juga. Akhirnya dia mulai tenang dan mulai tidur. Dan aku pun tertidur juga. Syukurlah...
Sebelum benar-benar tidur, aku sempat menggigil dan sempat kesal dengan cowok-cowok. Kenapa? Mereka nggak menyalakan api! Padahal kan api itu penting, buat menghangatkan tubuh dan lain-lain. Nggak lama ada salah seorang cowok menyalakan api, Alhamdulillah, tapi nggak lama apinya mati lagi karena anginnya sangat kencang. Yasudahlah.
Rasanya nggak berapa lama aku tertidur, tapi sangat nyenyak, Alhamdulillah. Mungkin karena sangat kelelahan. Aku terbangun dan udara dingin langsung menyambutku. Ku buka mata, ku lihat teman-teman yang lain ada yang sudah bangun dan ada yang masih meringkuk kedinginan dalam SB masing-masing.Dan ketika aku bangun dari matras, SB dan zona nyamanku, entah berapa kali aku mengerjapkan mata, ngucek mata dan bilang Subhanallah...indahnya ciptaanMu Tuhan :3




Pemandangan menakjubkan itu yang memanjakan mataku di pagi yang dingin. Rasanya semua lelahku hilang seketika. Terbayar. Sebenarnya belum, karena belum sampai puncak.
Menunggu matahari sedikit lebih tinggi dengan harapan suhu menjadi lebih hangat, ternyata sama aja. Suhunya tetap dingiiin banget dan kata leader, suhu mencapai 6 derajat Celcius. Ya ampun, pantes aja aku nyesek nafasnya. Ckck.
Setelah beres-beres dan packing, juga sarapan, kami siap menuju puncak yang tinggal beberapa jam lagi. Sepanjang perjalanan menuju puncak aku dan Deby sengaja memisahkan diri dari rombongan. Kami sibuk mengabadikan moment. haha.

kaki ku dan kaki deby di atas awan
trek menuju puncak
view: Gn. Slamet, Dieng Plateau, Pegunungan Wonosobo
take a rest !

padang karamunting gunung, edelweiss, langit biru, uyeeee !
I'm feel FREE !
Puncaakkkk. Yeayyy !

Bangga, mengibarkanmu di ketinggian 3153 mdpl, bagaimanapun, aku akan mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku, Indonesiaku, aku bangga menjadi bagian darimu!
Hey sanak Arwana Laut, IMPAS-B FKIP Unlam,  telah ku kibarkan bandana kebanggaan kita di ketinggian ini, aku merindukan kalian di sepanjang perjalanan, aku merindukan persaudaraan kita. I miss all of you! Salam Lestari!
Hallo sanak seperjuangan, kaka dan abang KSR PMI Unit Unlam Sub Unit Banjarmasin, telah ku kibarkan bandana biru kebanggan kita di ketinggian 3153 mdpl, aku buktikan bahwa aku mampu membawanya ke ketinggian manapun aku melangkah. Salam kemanusiaan!

Puncak Sindoro seluas 7 lapangan bola, check this out !

heran dan takjub, baru ini nemuin puncak gunung yang luasnya hampir seukuran 7 lapangan bola, ckck
Kawah aktif. Kawah pertama yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Bau belerangnya..Wuuusssss bikin nyesek
Bara, leader, Icat (bawa payung ke gunung) haha
yeayyy welfie never die :D

My first Edelweiss :3
fiuhhhh...treknya luar biasa, 180 derajat bedanya dengan hutan kalimantan, ahh, aku rindu hutan kalimantan!
Sekian catatan perjalanan pendakian pertamaku di pulau Jawa. Terimakasih ku ucapkan kepada Deby yang sudah mau menyeretku dan menambah kegilaanku dalam mendaki gunung, juga tim yang luar biasa. Proud of us. Dan yang pasti, Terimakasih kepada Allah, Tuhan semesta alam untuk segala sesuatunya.
Salam Lestari !