Jumat, 20 Juni 2014

Day 6 - Yogyakarta, DIY

Hey... Ini hari ke 6 aku berada di Yogyakarta. Yapss. Lama tak bercerita karena banyak hal.. Alhamdulillah..setelah melewati proses panjang dan cukup rumit dari pendaftaran hingga tes masuk dan pengumuman..aku di terima di Universitas Negeri Yogyakarta, Program Pasca Sarjana Pendidikan Sains Konsentrasi Pendidikan Biologi. Dan saat ini aku ada disini untuk mengurus beberapa hal yang dirasa perlu untuk menunjang kelancaran perkuliahanku mulai 4 Agustus nanti. Well..sampai hari ini, aku belum menemukan kost. Tapi Alhamdulillah aku udah dapat kendaraan untuk mobilisasiku disini, yagh meskipun tidak baru tapi masih layak, dan yang paling penting, berwarna BIRU :D Cukup. Aku ingin ceritakan tentang satu hal. JANJI. Beberapa orang pernah berjanji padaku untuk menjagaku, tidak mendahuluiku ke jenjang pernikahan. Tapi siapa tahu. Sebut saja kakak sepupuku yang paling dekat denganku sejak kecil. Namanya Didik Supriyadi. Pada suatu sore, aku dapat telpon dari ibuku, beliau nanya kapan aku pulang..karena mas Didik tanggal 4 April nikah. What?! Gimana aku nggak SHOCK, sepupuku..mau nikah. Pikiranku langsung ruwet. Ingat sama janjinya mau njagain aku sampai aku nikah baru dia nikah. Tapi nyatanya... waktu itu aku hampir depresi, nangis sejadi-jadinya, rasa nggak percaya. Tapi sahabatku, Fajar Dedi Lukito..dia yang menenangkan aku. Dan janji juga kalau dia nggak bakal ninggalin aku seperti sepupuku. Hmmmh okee ku pegang janjinya. Dan ternyata..tadi malam..dia bilang sama aku, minta doanya, tahun depan mau nikah. Sama sahabatnya juga. Tapi anehnya..perasaan aku biasa-biasa aja. Nggak shock sama sekali malah. Yaa aku senang ndengar kabar bahagia itu. Mungkin karena keadaan sekarang udah beda dengan keadaan yang dulu. Dulu emang nggak ada yang njagain aku selain sahabatku dan sepupuku itu karena ya aku emang udah cukup lama mutusin buat sendiri. Tapi sekarang, aku punya ka Rizal. Dia yang njagain aku entah sampai kapan, semoga selamanya. Dengan ka Rizal aku ngerasa tenang. Meskipun sekarang keadaan kita jauhan. Aku di Jogja..dia di Banjarmasin, bahkan Agustus nanti dia dipindah kerjanya ke Sampit, Kalimantan Tengah. Semakin jauh, iya. Tapi nggak tau kenapa aku nggak terganggu dengan keadaan ini. Karena ku pikir, bagaimanapun..sejauh apapun jarak yang memisahkan..kalau kami saling menjaga hati, saling percaya dan menjaga kepercayaan, komunikasi berjalan lancar..itu semua bukan hambatan untuk bisa terus sama-sama sampai Tuhan menunjukkan kemana akhir dari kisah kami. Aku sayang dia, dia sayang aku, dan kita komitmen. Selesai. Jalani dan lihat bagaimana akhirnya. Karena apapun yang terjadi, aku percaya bahwa Tuhan selalu berikan yang terbaik buatku. Semoga aku bisa menjadi makhluk Tuhan yang selalu bersyukur. Aaminn Ya Rabb..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar